Enkripsi Konvensional. ( Pengamanan sistem komputer )


Written on March 26, 2008 – 8:12 pm | by ajusvx


Proses enkripsi ini dapat digambarkan sebagai
berikut :

 

 Plain
teks
à Algoritma Enkripsi à
Cipher teks
à Algoritma Dekrispsi à
Plain teks.

  User A  | 
   |  User B

  |——————-Kunci (Key)
—————-| 

Gambar
1.

 

Informasi asal yang dapat di mengerti di
simbolkan oleh Plain teks, yang kemudian oleh algoritma Enkripsi diterjemahkan
menjadi informasi yang tidak dapat untuk dimengerti yang disimbolkan dengan
cipher teks. Proses enkripsi terdiri dari dua yaitu algoritma dan kunci. Kunci
biasanya merupakan suatu string bit yang pendek yang mengontrol algoritma.
Algoritma enkripsi akan menghasilkan hasil yang berbeda tergantung pada kunci
yang digunakan. Mengubah kunci dari enkripsi akan mengubah output dari
algortima enkripsi.

 

Sekali cipher teks telah dihasilkan, kemudian
ditransmisikan. Pada bagian penerima selanjutnya cipher teks yang diterima
diubah kembali ke plain teks dengan algoritma dan dan kunci yang sama.

 

Keamanan dari enkripsi konvensional
bergantung pada beberapa faktor. Pertama algoritma enkripsi harus cukup kuat
sehingga menjadikan sangat sulit untuk mendekripsi cipher teks dengan dasar cipher
teks tersebut. Lebih jauh dari itu keamanan dari algoritma enkripsi
konvensional bergantung pada kerahasian dari kuncinya bukan algoritmanya. Yaitu
dengan asumsi bahwa adalah sangat tidak praktis untuk mendekripsikan informasi
dengan dasar cipher teks dan pengetahuan tentang algoritma diskripsi /
enkripsi. Atau dengan kata lain, kita tidak perlu menjaga kerahasiaan dari
algoritma tetapi cukup dengan kerahasiaan kuncinya.

 

Manfaat dari konvensional enkripsi algoritma
adalah kemudahan dalam penggunaan secara luas. Dengan kenyataan bahwa algoritma
ini tidak perlu dijaga kerahasiaannya dengan maksud bahwa pembuat dapat dan
mampu membuat suatu implementasi dalam bentuk chip dengan harga yang murah.
Chips ini dapat tersedia secara luas dan disediakan pula untuk beberapa jenis
produk. Dengan penggunaan dari enkripsi konvensional, prinsip keamanan adalah
menjadi menjaga keamanan dari kunci.

 

Model enkripsi yang digunakan secara luas
adalah model yang didasarkan pada data encrytion standard (DES), yang diambil
oleh Biro standart nasional US pada tahun 1977. Untuk DES data di enkripsi
dalam 64 bit block dengan menggunakan 56 bit kunci. Dengan menggunakan kunci
ini, 64 data input diubah dengan suatu urutan dari metode menjadi 64 bit
output. Proses yang yang sama dengan kunci yang sama digunakan untuk mengubah
kembali enkripsi.

KIAT SUKSES UJIAN DAN SPMB


Written on March 26, 2008 – 8:00 pm | by ajusvx


BISMILLAAH
UJIAN ADALAH SEBUAH KENISCAYAAN DALAM MENJALANI HIDUP. MENURUT SAYA,
UNTUK LULUS UJIAN ( APA PUN BENTUKNYA) ADA TIGA TAHAP YANG HARUS
DISIAPKAN
1. MEMILIKI KONSEP “LULUS” YANG EKSLUSIF YANG MENYAMPAIKAN KITA PADA
HAKIKAT DAN MAKNA TERDALAM DARI “LULUS”. THE REAL SUCCESS!!!

2. MELAKUKAN UPAYA LAHIR DALAM BENTUK BELAJAR SUNGGUH-SUNGGUH,
IKHTIAR YANG MAKSIMAL, DAN BERAGAM UPAYA LAINNYA YANG MEMERAS KERINGAT,
MEMUTAR OTAK, DAN MELELAHKAN BADAN. ADA KATA-KATA BIJAK YANG BERUJAR,
“JANGAN KAU CARI ILMU, SEMENTARA ENGKAU SENDIRI ENGGAN LELAH”

3. MELAKUKAN UPAYA BATIN DALAM BENTUK KOMUNIKASI YANG INTENS, AKRAB
DAN BERKUALITAS DENGAN SANG MAHA PENGUJI, ALLAH SWT MELALUI DO’A DAN
CURHAT. UPAYA INI AKAN MENENANGKAN HATI DAN MENENTRAMKAN JIWA. TIDAK
TAKUT RESIKO APA PUN KARENA SUDAH MEMILIKI SANDARAN YANG TAK MUNGKIN
TERGOYAHKAN, DIALAH SANG MAHA KUAT, ALLAH SWT. JUSTRU DARI SINILAH
POTENSI AKAN MELEJIT, KECERDASAN AKAN BANGKIT. INILAH SESUNGGUHNYA THE
ULTIMATE INTELLEGENCE. SAYANGNYA…JUSTRU INI PULALAH YANG SERING KITA
LUPAKAN.

KETIGA UPAYA DIATAS AKAN MENISCAYAKAN KESUKSESAN DAN KELULUSAN UNTUK
SIAPA PUN. SEBAB…DIA PASTI SAMPAI PADA LULUS SEJATI DI HADAPAN SANG
PENGUJI SEJATI, PENCIPTANYA SENDIRI, ALLAH SWT.

DEMIKIAN MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT.